Wisata  

Menikmati Kesegaran Alami Umbul Mabar, Digemari Warga Karena Airnya Sangat Jernih

Pemandian Alam Umbul Mabar Simpang Kalvin Pematang Kerasaan Rejo Simalungun
Suasana asri dan kejernihan air di Pemandian Umbul Mabar, Nagori Pematang Kerasaan Rejo, Kabupaten Simalungun.

SIMALUNGUN, PERDA.ID – Objek wisata pemandian alam Umbul Mabar yang terletak di kawasan Simpang Kalvin, Nagori Pematang Kerasaan Rejo, Kecamatan Bandar, kini semakin digemari warga karena kualitas airnya yang sangat jernih dan segar. Berjarak hanya sekitar 2 kilometer dari pusat kota Perdagangan, lokasi ini menjadi destinasi alam pilihan utama bagi masyarakat lokal maupun luar daerah Simalungun yang ingin menikmati pemandian langsung dari sumber mata air bumi yang murni.

Daya tarik utama Umbul Mabar terletak pada kejernihan air yang terus mengalir secara alami dari dasar tanah, sehingga kebersihannya senantiasa terjaga tanpa perlu menggunakan bahan kimia seperti kaporit. Suasana di sekitar pemandian yang dikelilingi pepohonan rindang menciptakan suhu udara yang sejuk, menjadikannya lokasi pelarian yang sempurna dari teriknya cuaca di wilayah Kecamatan Bandar dan sekitarnya, bahkan bagi wisatawan dari Pematang Siantar yang rela menempuh perjalanan selama satu jam.

BACA JUGA : Pesona Objek Wisata Sungai Lobang di Kerasaan Simalungun yang Diyakini Tembus ke Danau Toba

Untuk mencapai lokasi ini, pengunjung dapat masuk melalui Simpang Kalvin sejauh kurang lebih 2 kilometer dengan melewati akses jalan setapak dari arah Simpang Gereja. Keberadaan objek wisata ini tidak hanya menawarkan rekreasi, tetapi juga memberikan dampak ekonomi nyata bagi warga Pematang Kerasaan Rejo melalui tumbuhnya lapak UMKM kuliner lokal serta pengelolaan fasilitas parkir dan tempat bilas yang dikelola secara swadaya oleh masyarakat Nagori setempat.

Selain keunggulannya yang alami, tarif untuk menikmati kesegaran Umbul Mabar sangatlah terjangkau, di mana pada hari biasa pengunjung hanya dikenakan biaya retribusi sekaligus parkir sebesar Rp5 ribu untuk sepeda motor dan Rp15 ribu untuk mobil. Pihak pengelola dan tokoh masyarakat setempat terus mengimbau pengunjung agar tetap menjaga kelestarian lingkungan dengan tidak membuang sampah plastik ke area mata air, demi menjaga aset wisata potensial di Kabupaten Simalungun ini tetap asri dan jernih untuk jangka panjang.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *