Kasus HIV di Batu Bara Naik Jadi 137, Indrapura Catat Temuan Tertinggi

Gapura selamat datang di Kabupaten Batu Bara, ilustrasi wilayah dengan peningkatan kasus HIV hingga 137 kasus pada 2026
Gapura Kabupaten Batu Bara. Wilayah ini mencatat peningkatan kasus HIV menjadi 137 orang hingga April 2026 berdasarkan data Dinas Kesehatan.

BATU BARA PERDA.ID – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Batu Bara melaporkan lonjakan kasus HIV/AIDS sebanyak 137 kasus sepanjang Januari hingga April 2026. Angka ini meningkat 28 kasus dibandingkan periode sebelumnya.

Temuan tertinggi tercatat di Kecamatan Air Putih (Indrapura) dengan 17 kasus, disusul Kecamatan Sei Suka sebanyak 16 kasus.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Kabupaten Batu Bara, Budi Junarman Sinaga, menyebutkan bahwa kenaikan ini merupakan dampak dari program skrining intensif di berbagai fasilitas kesehatan.

Selain Indrapura dan Sei Suka, sebaran kasus juga ditemukan di Tanjung Tiram, Labuhan Ruku, dan Limapuluh yang masing-masing mencatat 12 kasus. Sementara itu, Pagurawan dan Pematang Panjang mencatat angka lebih rendah, namun tetap menunjukkan tren peningkatan.

“Indrapura menjadi wilayah dengan temuan tertinggi saat ini, sehingga perlu perhatian lebih dalam upaya pencegahan dan penanganan,” ujar Budi dalam keterangan resminya.

Data dari RSUD OK Arya Zulkarnain turut memperkuat laporan tersebut. Rumah sakit itu mencatat total 57 kasus yang ditangani, dengan 16 di antaranya merupakan pasien baru hasil pemeriksaan terbaru.

Budi menjelaskan, HIV adalah virus yang menyerang sistem kekebalan tubuh dan dapat berkembang menjadi AIDS dalam kurun waktu sekitar 10 tahun jika tidak ditangani secara medis.

Meski belum ada obat yang dapat menyembuhkan sepenuhnya, terapi Antiretroviral (ARV) terbukti efektif menekan perkembangan virus dan membantu penderita tetap hidup sehat.

Penularan HIV terjadi melalui cairan tubuh seperti darah, sperma, cairan vagina atau anus, serta ASI. Namun, virus ini tidak menular melalui kontak sosial sehari-hari, seperti berjabat tangan, berpelukan, atau gigitan nyamuk.

“Tanpa pengobatan, HIV dapat berkembang menjadi AIDS dalam kurun waktu sekitar 10 tahun,” tambahnya.

Pemerintah Kabupaten Batu Bara melalui Dinas Kesehatan mengimbau masyarakat, khususnya di wilayah dengan temuan tinggi seperti Indrapura, untuk proaktif melakukan pemeriksaan dini. Selain itu, masyarakat juga diharapkan meningkatkan kesadaran pencegahan serta menghapus stigma terhadap orang dengan HIV/AIDS (ODHA).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *