Warga Simalungun Ditemukan Tewas di Parit, Diduga Terpeleset Usai Konsumsi Tuak

Jenazah Jon Roy Purba disemayamkan di rumah duka Simalungun
Suasana di rumah duka saat jenazah Jon Roy Purba (51) disemayamkan sebelum proses pemakaman, Senin (20/4/2026). (Foto: Istimewa)

SIMALUNGUN PERDA.ID– Seorang pria bernama Jon Roy Purba (51) ditemukan tewas di dalam parit Jalan Kemiri I Perumnas Batu VI, Nagori Lestari Indah, Kecamatan Siantar, Kabupaten Simalungun, pada Sabtu (18/4/2026) pagi. Korban diduga terjatuh akibat pengaruh alkohol setelah mengonsumsi minuman tradisional tuak.

Jasad korban pertama kali ditemukan oleh seorang warga sekitar pukul 06.00 WIB. Saksi yang melihat tubuh korban tergeletak di dalam parit langsung berteriak meminta pertolongan, yang kemudian mengundang kerumunan warga dan pihak keluarga.

Kasi Humas Polres Simalungun, Verry Purba, mengonfirmasi bahwa pihaknya menerima laporan kejadian tersebut pada pukul 07.00 WIB. Petugas dari Polsek Gunung Malela yang dipimpin langsung oleh Kapolsek AKP Hengky B. Siahaan segera turun ke lokasi untuk melakukan olah TKP dan evakuasi.

Berdasarkan pemeriksaan fisik yang dilakukan oleh pihak kepolisian bersama tenaga medis, tidak ditemukan adanya indikasi tindak kekerasan pada tubuh korban.

“Dari hasil pemeriksaan, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan. Dugaan sementara, korban terjatuh dalam kondisi dipengaruhi alkohol,” ujar Kapolsek Gunung Malela, AKP Hengky B. Siahaan.

Pihak kepolisian mengungkapkan bahwa sebelum kejadian, korban diketahui sempat mengonsumsi tuak. Saat perjalanan pulang menuju kediamannya, korban diduga terpeleset dan jatuh ke dalam parit hingga nyawanya tidak tertolong.

Pihak keluarga menyatakan telah mengikhlaskan kejadian tersebut sebagai musibah murni. Mereka secara resmi menolak proses autopsi maupun visum terhadap jenazah.

Saat ini, jenazah Jon Roy Purba telah diserahkan kepada pihak keluarga dan disemayamkan di rumah duka untuk proses pemakaman. Meski keluarga menolak autopsi, pihak kepolisian menyatakan tetap melakukan penyelidikan lebih lanjut guna memastikan kronologi kejadian.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *