Pembangunan BLK di Perdagangan Jadi Prioritas Pemkab Simalungun Dukung KEK Sei Mangkei

Pemkab fokus siapkan SDM lokal, infrastruktur, hingga hunian pekerja untuk dorong investasi kawasan industri

Wakil Bupati Simalungun Benny Gusman Sinaga bahas pembangunan BLK Perdagangan di KEK Sei Mangkei
Wakil Bupati Simalungun Benny Gusman Sinaga saat coffee morning bersama pelaku usaha di Gedung Administrator KEK Sei Mangkei, Bosar Maligas, Jumat (17/4/2026), membahas rencana pembangunan BLK di Perdagangan.

SIMALUNGUN PERDA.ID– Pemerintah Kabupaten Simalungun memprioritaskan pembangunan Balai Latihan Kerja (BLK) di Perdagangan guna menyiapkan sumber daya manusia (SDM) lokal yang kompeten untuk mendukung operasional Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Sei Mangkei.

Rencana pembangunan BLK di Perdagangan tersebut disampaikan Wakil Bupati Simalungun, Benny Gusman Sinaga, dalam acara coffee morning bersama 29 pelaku usaha di Gedung Administrator KEK Sei Mangkei, Kecamatan Bosar Maligas, Jumat (17/4/2026).

Menurutnya, pembangunan BLK menjadi langkah strategis untuk menjawab kebutuhan tenaga kerja terampil seiring berkembangnya kawasan industri.

Selain BLK, Pemkab Simalungun bersama Pemerintah Provinsi Sumatera Utara juga berkomitmen meningkatkan kualitas jalan provinsi di sekitar kawasan.

Tidak hanya itu, koordinasi dengan PT Kawasan Industri Nusantara (KINRA) turut dilakukan terkait pembangunan Tempat Pembuangan Akhir (TPA), penyediaan hunian pekerja, serta pembentukan satuan tugas (satgas) khusus berbasis kajian teknis.

Benny menegaskan bahwa sinergi lintas pihak tersebut bertujuan agar keberadaan KEK Sei Mangkei memberikan dampak nyata bagi masyarakat, khususnya dalam membuka lapangan kerja.

“Kegiatan ini selain sebagai wadah silaturahmi, juga untuk memperoleh informasi terkini terkait perkembangan KEK Sei Mangkei yang dibutuhkan untuk pengembangan kawasan dan manfaatnya bagi masyarakat,” ujarnya

Dalam kesempatan yang sama, Plt. Administrator KEK Sei Mangkei, Irwan Hercules Sitorus, menyampaikan bahwa nilai produksi kawasan mengalami pertumbuhan sebesar 19,1 persen, dengan kontribusi ekspor mencapai 13,3 persen.

Ia menjelaskan, sektor hilirisasi sawit, karet, pariwisata, dan logistik menjadi sektor dominan, di mana lebih dari 70 persen produk telah menembus pasar internasional.

Meski menunjukkan tren positif, Irwan menekankan pentingnya peningkatan fasilitas pendukung dan akses jalan guna menunjang aktivitas investasi yang terus berkembang.

Hal senada disampaikan perwakilan PT KINRA, Alwin Abdi, yang berharap adanya langkah konkret dari pemerintah untuk mempercepat pertumbuhan ekonomi, baik di tingkat daerah maupun nasional.

KEK Sei Mangkei saat ini merupakan satu-satunya kawasan ekonomi khusus di Sumatera Utara yang berfokus pada manufaktur, dengan berbagai kemudahan perizinan dan kepastian hukum bagi investor.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *